Monday, November 27, 2006 | 3:41 PM

Sign Out dulu aahhh....


Tinggal menghitung hari nih buat pul-kam. Disini 2 tahun tapi packing barang koq gak kelar2 (soalnya banyak interupsinya bukan karena banyak barangnya). Rencananya setelah beres packing mau beresin rumah terus ke rumah teman yg belum sempat disinggahi (pas mau pulang ketemu temen SMA yg udah 5 taun tinggal disini tapi baru ketemu). Untungnya kemarin masih sempet bikin nasi kuning buat Aisyah (ada surprise dari Teh Ina, yang tiba2 bikinin tart dan ber'happy birthday' ria diacaranya Wa Nadir; makasih ya Teh..).
So, acara ngeblognya ditinggal dulu, sampai batas waktu yg tidak ditentukan...moga detik2 terakhir menjelang pulang masih sempet ngeblog....(maunya...)


10 comments

Monday, November 13, 2006 | 9:30 PM

Sekedar Coretan


Sebentar lagi, ya sebentar lagi kurang dari sebulan tepatnya 10 Desember nanti, kembali kita ke kota tercinta... kalo dulu pergi cuma bertiga, nanti dateng jadi berempat (Plus Aisyah)....penduduk Bandung nambah satu deh he..he..
Kayaknya gatel deh kalo sehari aja gak baca koran lokal (Bdg maksudnya), selalu ada rasa penasaran, walaupun berita keluarga kita mah djamin gak bakalan ada disana kecuali karya adikku semata wayang yang terkadang gambarnya dimuat untuk ilustrasi or pengisi artikel sastra koran tersebut. Tapi yang pasti biar gak ketinggalan berita kalo ntar pulang. Bandung macet? Sebelum ditinggal juga dah macet, dulu sih gak macet waktu zaman aku SMP (enaknya jalan kaki dari Wastukancana ke Jl. Sumatera, masih rimbun soalnya). Bandung panas, susah air, Pengelolaan sampah gak bener? apalagi ya? Aduh kasihan sekali Bandungku, tapi gimana lagi ya, mungkin butuh usaha bersama2 baik dari kita sebagai masyarakat juga pemerintahnya. Yang bikin aku bingung, pembangunan mesjid di daerah Gedung Sate yang kayaknya agak2 'bermasalah'. Seandainya benar, ah, makin gersang kali ya, soalnya cuma disitu deh taman dan pohon2 yg masih 'endah' dan terjaga, bukan saya gak setuju dibangun mesjid, apa gak cukup tuh Pusdai sama Istiqomah, kan masih deket2 juga, dan biar bapak2 wakil kita bisa berbaur dengan yg diwakilinya atuh, masa mau misah terus, gimana bisa ngewakilin kalo gak tahu yg diwakilinnya gimana ya....(bingung nih?!!!), Aku jadi ingat cerita salah seorang mantan MenAg yg kebetulan saat itu mampir disini dan bercerita, suatu hari ketika dia mengadakan kunjungan kesalah satu negara kaya di Timur Tengah (waktu masih jadi Men Ag), betapa tercengangnya orang sana ketika tahu jumlah mesjid dinegara kita (banyak banget gitu lho), akhirnya beliau menjelaskan bahwa jumlah tersebut terdiri dari berbagai mesjid (dari yang agung dikelas ibu kota sampai yg dipelosok2 kampung), dan hampir semuanya dibiayai secara swadaya. Soalnya di negara tersebut, operasional mesjid dibiayai oleh pemerintah Adapun orang2 kaya yg mewakafkan tanah, tidak dibuat mesjid, tetapi mereka membuat gedung (biasanya biaya ditanggung bersama dari uang sumbangan juga)yang nantinya dipakai usaha bagi kaum yg dianggap miskin, bukan berarti gratis, mereka bayar murah dan uangnya dipakai untuk pemeliharaan gedung itu sendiri. Aku jadi berangan2, seandainya uang 15 milyar yang dianggarkan untuk pembangunan mesjid disekitar gedung DPRD itu dipakai untuk membuat gedung penampungan pedagang kaki lima (dicarikan daerah yg strategis tanpa merusak lingkungan), dipake ngemodalin pengemudi becak jadi ojeg (seperti kata MAng Ohle), dipake ngebiayain anak2 jalanan yg putus sekolah biar punya keahlian, ngasih bea siswa untuk anak2 pintar yg kurang mampu....bla..bla..bla...


7 comments

Thursday, November 02, 2006 | 4:56 PM

Ney dan Aisyah



Tinggal beberapa hari lagi Aisyah berusia satu tahun. Giginya tumbuh 4 biji, walaupun belum bisa jalan, sekarang sudah bisa bergerak dengan 2 kaki, lucunya bukan crawling, tapi satu kaki nempel di lantai sementara kaki yang lain kayak jongkok (ternyata kata Mamah, aku juga dulu begitu), mungkin sedikit terlambat perkembangan motorik kasarnya bila dibandingkan bayi2 lain seusianya, tapi gak apa-apalah, yang penting sekarang sudah tidak garuk2 lagi tangannya, makannya jago meski tanpa makanan yang mengandung susu sapi, dan yang pasti sudah bisa bermain dengan kakaknya. Kalo lagi dirumah dua2nya rame banget, karena Aisyah juga suka ngoceh walaupun masih vokal aaa....

Sementara Neyra, makin sayang ma adiknya walaupun sekali2 suka ngambek juga kalo digangguin Aisyah, walaupun mungkin Aisyah maksudnya ngajak main bareng bukan gangguin, tapi kalo diledekin "ntar Asiyah dikasiin Wa Ina, atau Tante Tari ya..." Huwaa...Neyra langsung deh nangis....


5 comments

Wednesday, November 01, 2006 | 3:54 PM

Sampai Jumpa Sahabat....


Sebelumnya , aku ucapkan Mohon Maaf Lahir Batin, walau terlambat daripada tidak sama sekali, untuk semua teman2. Mungkin kalo di Indo suasana lebaran masih terasa. Tapi bagi keluarga kami kayaknya tidak jauh berbeda dari tahun lalu. Tanpa suara bedug, tanpa takbir berkumandang di mesjid (yg ada dari kompi masing2), yang penting hati ikhlas saling membuka maaf.
Lebaran terakhir disini, satu yang istimewa makan sate padang, kue delapan jam dirumah Rini, tidak lupa sop jamur ala Yeni 'Maminya Abiyan' .
Makasih buat Rini, yang sudah berusaha menghidupkan suasana Idul Fitri di kampung melayu "Warren" tercinta selama dua tahun berturut2. Rumahnya adalah rumah kedua buat Neyra, bila melihat pintunya terbuka, walaupun baru pulang sekolah Neyra pasti akan mengetuk sambil kepalanya nongol dan bilang " Tante Rini, lagi ngapain?" Rini biasanya sedang memasak, , Ney akan pulang sebentar untuk selanjutnya kembali 'chatting' ke rumah Rini, bercerita macem2 mulai dari sekolah, menari2, berakting, sampe nunjukin bunga hasil buruannya hari itu, entah apa lagi yang Ney lakukan, dengan sabar Rini akan mendengar dan meresponnya, sesekali terdengar tawa mereka berdua, yang pasti dia akan pulang saat Maghrib tiba. Ya, pintu rumahnya terlewati setiap kami akan memasuki rumah. Dia memang orang terdekatku, begitupun dengan anak2, ada perasaan khawatir bila sehari gak bertemu (kayak orang ngapain aja ya??), was2 jangan2 terjadi sesuatu yg buruk, begitu halnya dia, bila kami tidak keluar rumah. Main didepan rumah bersama anak2 di sore hari, jalan2 ke mall, ikut repot dikala aku atau anak2 sakit, apalagi saat aku melahirkan, semua itu menjadi moment yang gak bisa dilupakan. Jangan ditanya berapa banyak waktu yang kami habiskan bersama, seberapa derat ikatan persaudaraan yang kami rasakan.
Hari ini dia 'mudik' ke Indo, untuk 2 bulan saja, masalahnya pas dia kembali kesini kami sudah tidak disini lagi. Rasanya belum pernah aku merasakan kesedihan seperti saat ini, sampai2 untuk mengantarnya kedepan rumah pun aku tak sanggup, belum lagi melihat Ney yang menghampiriku, sambil berkaca2 dan bilang " Ibu, Tante Rini mau pulang, ya?" . Tambah miris deh, padahal aku sudah menyiasati perasaan, bahwa nanti di Ind kita bisa ketemu tapi tetap saja segumpal darah ini tak bisa dibohongi, yang menjadikan bulir2 bening ini tumpah ruah juga akhirnya....(nanti kita sama2 di Ind, tp di belahan pulau yg berbeda).

Sahabat, terima kasih atas kebersamaan yang telah kau ciptakan selama ini, terima kasih telah menjadi "Tante" Neyra dan Aisyah, terima kasih telah menjadi belanga yang mampu menampung segala keluh kesahku, kebaikanmu menoreh dalam di lubuk hati kami, denganmu aku merasakan arti persahabatan sejati yang Insya Allah tak akan pupus dimakan usia, dan berkarat karena jarak. (betapa singkatnya 2 tahun waktu yang kita lewati bersama).
Sahabat, hanya Tuhan kiranya yang mampu membalas semua kebaikanmu, Semoga Tuhan memberi kemudahan, untuk apa pun yang kau minta.... Amien...
Peluk sayang dari Neyra dan Aisyah.....


3 comments

Powered by



Powered by Blogger